Selasa, 20 April 2010

immunohistochemistry (IHC) sel glia

Saya saat ini sedang mencoba mengidentifikasi keberadaan sel glia pada cnidaria dan ctenophora.
identifikasi ini merupakan bagian dari serangkaian tahap penelitian Dr. Maria ellena De Bellard. beliau ingin mengenali hubungan ekspresi dari protein yang berhubungan dengan sel glia.

Dalam hirarki taksonomi, pada invertebrata, telah diketahui keberadaan sel glia pada beberapa phylum, namun pada phylum cnidaria dan ctenophora masih dianggap butuh di buktikan lagi keberadaannya, ada atau tidaknya.

Keberadaan sel glia, dapat diidentifikasi dengan menggunakan immunohistochemistry (IHC). IHC merupakan metode pewarnaan untuk menandai protein spesifik dengan anti body. untuk lebih detailnya, saat ini dlam proses pembelajarn untuk saya.

Dimulai dari senin, 19 april 2010, saya dan bu debby melaksanakan prosdur IHC untuk ctenophora. kami mencoba 3 primary anti boddy, yakni GFAP, HNK-1, dan acet-saya lupa-. ctenophora yang kami gunakan belum kami identifikasi, namun sudah sempat saya photo.
dan juga,

saya rasa mereka berbeda, berdasarkan pegalaman saya dalam praktikum taksonomi hewan. :) ctenophora tersebut di dapat pada bulan februari 2010 di daerah pantai Kenjeran, Surabaya. mekanisme pengambilan tidak dengan metode transek, hanya menggunakan "feeling". cukup lucu memang, tapi berikan saya "sedikit" waktu, akan saya carikan teori pendukungnya. :) penangkapan menggunakan plankton net dengan size zooplankton. lalu di fiksai dalam formalin 10% dan di preparasikan pada formalin 4% dalam kulkas.


IHC dimulai dengan memisahkan 6 ctenophora dalam 3 botol vial. kemudian di "cuci" dengan PBS 1x sebanyak 4x dalam rentang waktu 30 menit. selama pencucian dilakukan pengocokan/ shake pada shaker dengan sangat pelan. -maaf, kecepatannya lupa-

kemudian, ctenophora ditempatkan pada tabung vial dengan 1 ml PBS 1x. ditambahkan dengan 0,5 ml 1:500 diluted antibody, tiap vial di isi dengan antibody yang berberda. kemudian di tempatkan pada kulkas selama semalam (12-18 jam). lalu, di "cuci" kembali dengan PBS 1x sebanyak 3 kali @ 30 menit. dilanjutkan dengan penguncian protein yang tidak diinginkan dengan penambahan 3% hydrogen peroxide, dan di diamkan selama 30 mnt. dilanjutkan lagi pencucian sebanyak 4x @30 menit dengan PBS 1x. lalu dilanjutkan dengan memindahkan ctenophora dalam vial yang diisi dengan 0,5 ml secondary anti body. anti mouse untuk HNK-1 dan acet, anti rabbit untuk GFAP. dan di diamkan dalam kulkas semalam.

sayang, kami kesulitan mendapatkan secondary anti body nya.jadi kami preserfatifkan ctenophora dalam 1x PBS di kulkas. semoga besok, secondary nya sudah bisa di dapatkan. amin.