sepertinya saya kurang gizi. kemaren malam saya bertengkar cukup "hebat" dengan pacar saya.
dan beberapa jam kemudian, saya tidak bisa tidur, saya mencoba mengingat kenapa saya bisa bertengkar? apa yang saya tengkarkan. saya lupa, benar-benar lupa. saya hanya ingat dia mengajak saya jalan-jalan ke malang. dan saya merasa, waktunya kurang tepat, tapi setelah itu saya lupa apa yang say keluhkan padanya.
saya menjadi terlalu sering lupa dalam waktu yang cepat, setelah saya kecelakaan 2,5 tahun yang lalu. kepala saya terbentur, tapi sepertinya tidak apa-apa. hanya kaki saya patah.
setelah itu pun saya sering susah berkonsentras dalam sbuah perbincangan, bukannya say tidak tertarik. tapi, say benar-benar tidak fokus. tidak, saya tidak sedang memikirkan hal lainnya saat saya tidak fokus. saya hanya diam, dan otak saya pun sepertinya melakukan hal yang sama. menakutkan. selayaknya komputer yang tidak bisa bekerja, walau dalam keadaan menyala. hang, begitu istilahnya.
kelupaan yang saya alami saya takutkan karena alzheimer.
sedikit informasi tentang alzheimer.
ALZHEIMERAlzheimer atau kepikunan merupakan salah satu bentuk demensia yang paling sering ditemukan di klinik. Demensia adalah gejala kerusakan otak yang mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir, daya ingat, dan fungsi berbahasa. Hal tersebut membuat pasien demensia kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
lzheimer merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif yang di sebabkan karena berkurangnya gizi di otak. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya 'kekanak-kanakan karena usia tua' yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.
Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (dementia) yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani bukan saja kepada pengidapnya, malah anggota keluarga yang menjaga. Penyakit Alzheimer yang menurunkan fungsi memori ini juga menjejaskan fungsi intelektual dan sosial penghidapnya. Biasanya, anggota keluarga hanya datang membawa orang yang sakit berjumpa dokter apabila mereka sudah tidak tahan dengan gejala orang yang sakit.
Demensia Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia akibat degenerasi otak yang tersering ditemukan dan paling ditakuti. Demensia yang disebabkan oleh Alzheimer, biasanya diderita oleh pasien usia lanjut dan merupakan penyakit yang tidak hanya menggerogoti daya pikir dan kemampuan aktivitas bagi penderitanya, namun juga menimbulkan beban bagi keluarga yang merawatnya.
Demensia Alzheimer dikategorikan sebagai penyakit degeneratif otak yang progresif yang mematikan sel-sel otak sehingga mengakibatkan menurunnya daya ingat, kemampuan berpikir dan perubahan perilaku. Mengingat beban yang ditimbulkan penyakit ini, masyarakat perlu mewaspadai gangguan perilaku dan psikologik penderita demensia Alzheimer.
Penyakit ini timbul dikarenakan tebentuknya plak beta-amyloid di otak yang menyebabkan penurunan sel saraf. saat ini telah dikembangkan Vaksin terbaru untuk mencegah penyakit Alzheimer, vaksin itu disebut dengan AD02.
Tingkat Alzheimer
Lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, tidak tahu membeli barang ke kedai, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan ialah di antara sebagian gejala ringan.Apabila orang yang sakit lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air dikategorikan sebagai tingkat sederhana.
Apabila orang yang sakit sudah tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri, keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, ia menandakan orang yang sakit berada di tingkat yang serius.
Gejala Alzheimer
Gejala-gejala Demensia Alzheimer sendiri meliputi gejala yang ringan sampai berat. Sepuluh tanda-tanda adanya Demensia Alzheimer adalah :- Gangguan memori yang mempengaruhi keterampilan pekerjaan
- Kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan
- Kesulitan bicara dan berbahasa
- Disorientasi waktu, tempat dan orang
- Kesulitan mengambil keputusan yang tepat
- Kesulitan berpikir abstrak
- Salah meletakkan barang
- Perubahan mood dan perilaku
- Perubahan kepribadian
- Hilangnya minat dan inisiatif [3]
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun atau 10 persen penduduk dunia menghidap Alzheimer (2003). Peningkatan ini, ada kaitannya dengan semakin banyak penduduk dunia yang berusia lanjut , masa hidup wanita meningkat hingga umur 80 tahun dan 75 tahun bagi lelaki. Selain itu, penjagaan kesehatan yang lebih baik, tingkat perkawinan menurun, perceraian bertambah dan mereka yang kawin tetapi tidak banyak anak.
Orang yang sakit yang berada di tahap sederhana dan parah akan menunjukkan tingkah laku yang aneh. Di antaranya, seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC.
Selain itu, orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan. Semua ini secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada perawat sebab mereka terpaksa menjaga orang yang sakit '36 jam' sehari.
Orang yang sakit juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam.
Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain.
Yang menyedihkan, adalah orang yang sakit itu sendiri tidak memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang lain. Berita buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan. Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan penderita seperti kognitif, aktivitas harian dan tingkah laku.
Saya
kembali pada ketakutan saya. :)
oh iya, saya jadi teringat film drama dari korea selatan. moment to remember. sangat romantis, menyedihkan. seorang wanita berumur 20 tahunan, mengidap peyakit alzheimer. dan sang kekasih, yang kemudian menjadi suminya. tetap mencinainya. menjaganya, sampai sang Khalik menjemputnya. impressed. :)
sayang, maafkan saya. semua kata yang ternyata menyakiti hatimu. itu bukan maksud saya.